-->

Sabtu, 11 Februari 2012

Aku Hanya Mencari



Sobat blog,
Malam ini aku hanya bisa menulis tntang dia yang aku cari. Dia yang aku kenal lewat akkun Facebook. Dia yang bagi aku bisa bantu segala promlem hidupku. Mungkin pula dia yang mampu mengajariku tetangsosok laki-laki yang sejati. Sebab jauh dari lubuk hatiku aku ingin mengetahui kehidupan laki-laki yang sebanarnya. Hanya  kata possible yang bisa terlontar lewat mulut ku ini. Sebab aku masih mencari sosk yang bisa ku tumpahkan segala masalah ku.
Dari SMA aku punya sahabat yang sudah mampu menyelesaikan apa yang menjadi masalah aku selama ini. Namun setelah lulus SMA kamibukan nya tambah akur namun malah hubungan kami makin renggang. Entah apa yang membuatnya tak mengangkat telpon dan membalas SMS. Aku memang bukan sosok sahabat yang prefek di mata dia namun untuk jadi sempurnah sudah saya usahakan.
Yah,memang sulit bersahabat dengan aku yang kata orang aku kemayu sedangkan aku sendiri tak mengerti dengan hal itu bahkan aku tak merasakan aku tak seperti itu. Orang selalu menilai aku negatif bahkan mungkin orang yang mengerti persaanku yang mampu menerima keadaan ku ini.
Entalah, sekarang aku makin terpukul ketika aku berusaha dekat dengan seoarang laki-laki yang mungkin aku bisa berbagi ilmu, dan pengalaman denganya. Namun hanya dua hari aku berteman di akkun Facebook denganya dan setelah itu dia sepertinya memblokir akkun Facebook ku.padahal jika aku membuka akkun Fb nya di akkun Fb temaku dia masi bisa di lihat namun jika di buka d akkun FB ku dia tak muncul.
Aku benar-benar terpukul bahkan shoc, siapa yang bisa aku salahkan di posisi ini, apakah Tuhan, atau orang tua saya ataukah siapa..??. apa yang salah dari diri saya, yah saya mengenal dia dengan nama IVAN WIDYAWAN, nama yang sangat bagus. Dan alasan saya mengajukan diri menjadi temannya di akkun FB hanya karena saya ingin belajar fotografi dari dia. Aku tak tau dimana letak kesalahanku bahkan dia tak mengungkapkan padaku. Apakah jika aku berbuat salah hanya ditinggalkan tanpa aku ditegur untuk bisa aku rubah sikap ku.
Yang membaca tulisan ku ini mungkin akan beranggapan aku begitu cengeng menjadi seorang laki-laki tapi jujur, terlalu banyak yang harus aku pendam, terlalu banyak yang harus aku sembunyikan, aku hanya ingin berbagi dengan siapa saja yang mengerti.
Pun jika IVAN baca tulisan blog ini aku hanya bisa bilang maaf, aku hanya ingin jadi bagian hidupmu bukan untuk yang lain. Aku hanya ingin cari jati diriku kawan. Dari luar tubuhku banyak yang beranggpan bahwa aku adalah laki-laki kewanitaan tapi mungkinkah denga fisikli yang seperti ini batasan bergaul harus ada padaku.
Aku benar-benar tertarik dengan siapapun yang kreatif termaksud kawan aku Ivan, foto-foti di akkun Fb nya memikat ku untuk melihatnya. Aku pecinta seni yang berat, aku suka orang yang berkarya yang menghabiskan waktunya untuk sebuah karya yang bisa berguna bagi orang banyak. Pun aku ingin belajar dari apa yang mereka buat, aku ingin mengetahuinya.
Sampai saat ini aku hanya bisa berharap aku bisa ketemu dengan Ivan Widyawan dan bisa belajar seni fotografi dengannya. Sesekali aku menggunakan akkun teman untuk melihat foto-foto terbaru ivan, yah sangat keren.
Aku hanya inginberkata pada mereka yang membaca aku mengaggumi laki-laki bukan berarti aku gay bukan berarti aku homo, aku hany ingin lebih dekat namun mungkin hanya caraku yang salah atau fisik ku membuat orang salah menilai.
Inilah resiko ku yang tak pernah mengenal kasih sayang laki-laki (ayah) sehingga sampai sekarang aku tak bisa membedakan perhatian kepada laki-laki dan pada perempuan. Semoga suatu saat aku bisa membedakan jika ada seseorang yang mampu mengajariku

“Aku Mencarimu Kawan”

Jangan tanyakan pada api tentang diriku
Pun dia akan berujar buruk tentang ku
Bisik angin tentang diriku
Pun dia hanya berucap tentang petaka ku

Jangan lari dariku kawan
Sebab jika salah menoreh perasaanmu
Maka basuhlah dengan iklas dan ulurkan penamu
Tuk mengetuk aksara batinku yang mulai retak

Jangan lari dariku kawan
Bisikkan saja apa yang membuat penahmu  tak mampu menulis
Pun aku akan pasrah dengan keptusan jiwamu
Aku mencarimu kawan
Karena pena ku berdarah saat kau pergi meniti air mata.

Labuan Bajo, 10 Februari 2012





| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar